Gua Pindul
Lucu ya namanya....saya baru dengar dari kakak saya pas liburan ke Yogya ini. Infonya, Gua Pindul menawarkan sensasi mirip arung jeram dimana para wisatawan menyusuri sungai yang berada didalam gua...kerennya disebut cave tubing.
Gua Pindul terletak di wilayah Gunung Kidul , Dusun Gelaran I, Bejiharho, Karangmojo, Yogyakarta. Gua Pindul merupakan salah satu dari 7 gua yang memiliki aliran sungai bawah tanah di Desa Bejiharjo. Aliran sungai bawah gua yang cukup tenang memungkinkan para wisatawan menyusuri sungai dengan ban pelampung atau perahu karet. Kegiatan ini memadukan dua kegiatan seru seperti body rafting dan caving. Perlengkapan yang dibutuhkan jyaitu rompi pelampung, ban pelampung, head lamp dan pengaman standar lainnya. Meski kedalaman air sungai terbilang , sekitar 5 hingga 7 meter, namun kegiatan ini dinilai aman tidak saja untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak-anak.
Biaya untuk kegiatan ini cukup terjangkau yaitu tigapuluh ribu rupiah... pengunjung pada saat kami ke sana lumayan ramai, bahkan saya lihat ada crew dari Metro TV yang sepertinya sedang shooting untuk acara TV. Pengunjung yang tampak keseluruhannya wisatawan domestik, belum terlihat satupun turis mancanegara. Entah mungkin tergolong wisata baru sehingga belum banyak promosi ataukah memang para turis tidak tertarik? Sedikit cerita, sebelum sampai ke tujuan di Gua Pindul sopir yang membawa kami belum mengenal jalan menuju ke sana sehingga berulang kali harus bertanya untuk memastikan kami tidak salah arah. Sarana penunjuk jalan amat minim, akhirnya kami minta beberapa pemuda yang sedang mengendari sepeda motor memandu kami menuju ke lokasi Gua Pindul. Ternyata oh ternyata, para pemandu jalan mendapat fee dari pengelola sehingga kami mengambil kesimpulan penunjuk jalan yang minim membuka 'sumber pendapatan' baru bagi masyarakat sekitar.... bagi bagi rejeki.
Untuk memasuki Gua Pindul menggunakan ban pengunjung dibagi dalam rombongan kira kira 10 orang dengan satu/dua pemandu. Satu sama lain harus saling berpegangan tangan, hal ini untuk memudahkan menyusuri gua pada saat kondisi gelap gulita. Sayang saya tidak bisa join berhubung Farras menolak untuk bergabung dan kekeuh untuk segera pergi ke pantai. Dari kami, kakak saya, Faiq, keluarga teman kakak yang kebetulan bergabung dalam satu mobil, ayah ibu dan anaknya yang berusia 5 tahun semua ikut menyusuri gua. Saya cukup dengan mengambil foto foto dan menunggu keluarnya mereka di mulut gua. Sayang juga sihh, tapi Farrasnya gak mau kompromi mau gimana lagi
Pantai Indrayanti
Tujuan selanjutnya adalah Pantai Indrayanti......
Inilah yang sudah lama ditunggu tunggu Farras. Pengen segera maen ke pantai!! makanya Farras bete dan sedikit ngambek gara gara mampir ke Gua Pindul. Pantainya mana..., kapan sampai ke pantai?
Pantai Indrayanti merupakan salah satu keindahan pantai di jajaran Pantai Gunung Kidul Yogyakarta, terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Pantai ini tergolong baru dan konon nama Indrayanti diambil dari nama pengelolanya.
Pemandangan indah terhampar di hadapan kami ketika sampai disana sekitar jam 2 siang saat matahari terik. Pengunjung sudah banyak berdatangan, resto dan tempat peristirahatan nyaris penuh. Untung kami masih bisa mendapat satu tempat di resto demi istirahat dan mengisi perut yang sudah protes. Tetapi anak anak sudah tidak sabar untuk segera bermain ke pantai
Sungguh keindahan yang menakjubkan, berpasir putih dengan kawasan berair tenang hingga kita bisa menyaksikan aneka binatang laut kecil kecil dari sela sela bebatuan. Sementara dikejauhan bukit karang yang kokoh berdiri seolah menantang para wisatawan untuk mendekati. Panas terik dan angin yang berhembus kencang tidak menyurutkan minat untuk menjejakkan kaki di pasir putihnya, mencelupkan ujung jari
kaki dan tangan mencoba dingin dan segarnya air pantai. Makhluk makhluk kecil terlihat nyata di bawah air bening beriak tenang... seolah memanggil dan mengajak bermain main.
Faiq dan Farras seperti tidak tertarik untuk makan siang...waktu untuk menunggu makanan siap langsung mereka gunakan untuk kabur bermain di pantai. Mereka bermain dengan cara masing-masing, saya tidak ingin mengusiknya.
Pantai Sundak
Pantai Sundak terletak tidak jauh dari Pantai Indrayanti, masih dalam satu jajaran pantai. Dengan bentangan alam yang mirip, bukit bukit karang dan pasir putihnya yang menawan. Perbedaannya, fasilitas disini masih relatif kurang belum terdapat resort resort dan resto.
Saat kami datang, pantai sangat sepi hanya terlihat dua orang di pinggir pantai sedang mengamati ular laut yang terdampar di pasir dan beberapa orang lagi berjalan jalan didekat bukit karang di tengah tengah perairan laut yang tenang. Selebihnya boleh dibilang sepi dan tenang. Justru kondisi yang tenang tersebut sangat nyaman sangat nyaman untuk kami bermain-main dan menikmati indahnya pemandangan sore hari. Serasa hanya kamilah penguasa pantai saat itu. Hembusan angin pantai yang cukup kencang membuat jilbab yang saya kenakan berkibar layaknya bendera... bergerak gerak mengikuti irama angin. Pasir putihnya yang tebal membuat kami tertawa tawa sambil terseok seok membuat jejak di lembut pasirnya......
Subhanallah.....maha karya Allah sungguh sangat sempurna
Sayang waktu kami tidak banyak, sore itu kami harus segera kembali ke Melia selain juga kurang nyaman perjalanan malam, saya kuatir dengan kondisi anak anak yang kelelahan walaupun mereka sangat menikmatinya. Maaf ya nak, lain kali insya Allah kita main main lagi di pantai (entah kapan dan pantai mana sasaran berikutnya)
Taman Pintar
Sesampai dari perjalanan ke pantai, malam harinya anak anak (saya juga sih ) tertidur pulas. Oya saya mau cerita sedikit, dalam perjalanan pulang dari pantai, kami mampir di Soto Pak Marto depan JEC......maknyus loo. Recommended buat rekan rekan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. Soto Pak Marto layak sebagai sasaran wiskul (wisata kuliner). Soto sapi dengan kuah bening yang nikmat. Sangat cocok dengan lidah saya, karena dagingnya sangat empuk dan kuahnya segar tidak eneg. (coz saya agk sensitif dengan rasa eneg karena vetsin). Menu utama ni warung Pak Marto memang cuma soto jadi jangan harap menemukan varian makanan yang lain. Sebagai pelengkap terdapat juga kerupuk (kulit, ini juga enak dan renyah,), perkedel, sate telur puyuh (kesukaan Farras) dan kalau tidak salah juga aneka jerohan. Slurpppp......... yummy
Kembali lagi ni.
Acara hari Jumat sesuai agenda adalah mengunjungi Taman Pintar walaupun sebenarnya tahun yang lalu kami sudah berkesempatan berkunjung kesana. Berhubung Farras sangat menginginkan ke Taman Pintar lagi acara kunjungan inipun masuk dalam agenda.
Taman Pintar adalah wahana ilmu pengetahuan (sains terutatama) yang didesain dengan sangat menarik dan inovatif untuk membangkitkan minat anak anak terhadap sains. Harapannya tentu saja agar anak anak sejak dini mempunyai minat dan keingintahuan yang besar terhadap sains. Bahwa sains adalah bukanlah hal yang membosankan dan sulit tapi asyik dan menyenangkan. Berbagai wahana tersedia disini dengan berbagai tema mulai dari listrik, cahaya, gerak, suara, matematika, biologi dll yang semuanya dikemas dengan attractive.
Malioboro
Jumat malam, kembali kami menyambangi Malioboro. Gak ada puasnya jalan jalan ke Malioboro!!. Kali ini kami mencoba lebih santai jalannya artinya memang sengaja meluangkan waktu untuk mengukur 'Malioboro'. Tekadnya sih begitu tapi kalo ngajakin Farras siap siap deh tiba tiba moodnya buruk lalu jadi kacau deh rencana. Setelah disepakati bersama kami jalan dari Melia Purosani menuju Malioboro dengan sasaran makan malam di lantai 3 Mirota Batik (info dari Mas San, kakak saya ) ktnya tradisional foodnya lumayan enak. Oya...Mas San gak bisa ikutan karena sorenya sudah berangkat ke Bandung. Jadi kami cuma ngajakin Mas OO anaknya Mas Ali.
Sambil menikmati musik jalanan yang saat itu tampil kami berjalan menuju ke Mirota Batik. Malam itu Malioboro cukup ramai, pertokoan banyak dikunjungi pembeli. Tapi seramai ramainya Malioboro kayaknya masih jauh lebih ramai di dalam KRL pas jam jam sibuk yang puadet banget. Huuh jadi inget KRL tercinta yang setiap hari mengantar pulang pergi kerja.....dicinta sekaligus dibenci ….huaaa. Kok jadi ngomongin KRL ya.
Suasana yang lebih ramai dan padat justru kami temui ketika masuk ke Mirota Batik, pengunjung terlihat ramai memilah dan memiih aneka barang yang dipajang di sana. Jujur ngiler juga saya pengen shopping . Tapi bisa bisa saya dikomplain ma suami dan anak anak. Pokoknya kalo sama mereka ga boleh meleng dikit dah....kan tujuannya bukan shopping. Dan yang jelas kalo bareng anak-anak gak bakalan bisa menikmati shopping'. Pasti mereka gak sabaran...
Sampai di lantai 3,...(yang kami nggak ngira kalo tempat itu juga merupakan resto), pada saat itu sedang ada pertunjukan khusus Cabaret Show dimana pengunjung selain bisa menikmati makan malam juga disuguhi Cabaret Show, harus bayar tiket tentunya. Lahhh bagaimana neeh...kita kan mau makan, kok diharuskan nonton ??? Nggak deh....liat posternya di luar ruangan saja saya sudah tidak tertarik....tampilan yang aneh dan terlalu gimana gitu...untuk anak anak. Ya ...akhirnya kami keluar lagi mencari alternatif makan malam. Bingung mau makan dimana, pilihan saya jatuh pada lesehan. He he...secara memang pengen nostalgia gituu looo. Maksudnya mau nongkrong dulu sambil makan malam....Kami pesan bermacam menu : nasi pecel burung dara, nasi pecel ayam, nasi pecel telor (ini sih gak beda jauh ya ..h hehh). Yang saya maksud nasi pecel ini pecel beneran loh..terdiri dari beraneka sayuran termasuk bunga turi yang sangat jarang ditemui di Bogor dan disiram sambel kacang yang pekat.......hmmmm yummmy... Tapi lagi lagi Farras ngga bisa menikmati, hahh ahh mungkin dia melihat tempatnya yang kurang representatif alias cuma didekat pasar, beralaskan tikar dan berdekatan dengan aneka penjual lainya. Niat saya pengen nongkrong agak lama batal deh,...selesai makan kami pulang lagi menuju Melia, Gak mampir mampir lagi kecuali beli oleh oleh.
Kebun Binatang Gembira Loka
Awalnya agenda ke Kebun Binatang ini tidak ada dalam rencana saya, Kaliurang lebih menjadi pilihan. Berhubung anak anak pengen kesana ...saya ga bisa menolak. Mungkin dipikirnya kebun binatang ini mirip mirip dengan Taman Safari Bogor padahal....jauhhh lah Gembira Loka masih kurang menarik, kurang terawat dan kurang apalagi ya...kurang lengkap binatangnya, kurang lengkap permainannya dll.
Jadi ngga banyak yang bisa saya ceritakan.....
Siang hari selesai mengunjungi Gembira Loka, kami bersiap chek out dan langsung ke Bandara untuk terbang ke Jakarta.
Yaaahhhh …....liburan selesai....harus ngantor lagi dan berjuang di KRL he he he
Maunya sihhh banyak libur tapi juga dibayar ha haha (emang kantornya mbah-mu???)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar