Rabu, 18 Juli 2012

Yogyakarta (1)



Yogyakarta.......
selalu saja menimbulkan kerinduan yang mendalam..
ikatan batin yang ada dibersemayam di hati memunculkan rasa kangen yang tiada habis, melebihi kota kelahiran ...
Rasanya bukan hanya saya, tetapi ribuan yang lain juga merasakan hal yang sama..
Yogya bagai magnet yang senantiasa memaksa orang untuk datang kembali.
Kalaulah tak ada kekuatan itu, tidak akan sampai terlahir lagu YOGYAKARTA dari Katon KLA Project...


..ada setangkup haru dalam rindu
masih seperti dulu.................
tiap sudut menyapaku bersahabat....

(jadi pengen balik lagee)

Awal Juli, kami sekeluarga berkesempatan liburan ke Yogya, kebetulan ayah sedang ada course di Hotel Melia Purosani sedangkan anak anak masih libur sekolah. Klop lah. Disepakati saya dan anak anak menyusul ke Yogya hari Rabu, sedangkan ayah sudah berangkat hari Minggu sebelumnya. Pengennya sih libur juga seminggu bareng yang kursus tapi pekerjaan kantor tidak memungkinkan ditinggalkan terlalu lama. Its ok, 3 hari saja lumayanlah untuk mengobati kerinduan berkunjung ke Yogya.
Hotel Melia terletak tidak jauh dari pusat kota, dekat dengan jalan Malioboro, Kraton Yogyakarta, Museum Kereta,Taman Pintar juga Vrederburg maka untuk acara jalan jalan di pusat kota kami rencanakan untuk sore/malam hari. Agenda yang liburan kali ini kami akan menyasar ke wilayah Pantai. Kalau dulu yang beken dan banyak dikunjungi adalah Parang tritis dan Krakal, Kukup, Baron, saat ini ada satu Pantai 'baru' (emang baru ditemukan kali y) namanya Pantai Indrayanti yang berada sederetan dengan pantai pantai lain seperti Krakal, Sepanjang, Sundak dll. Kebetulan sopir Taksi yang mengantar saya dan anak anak dari Bandara ke Hotel Melia juga menyarankan untuk mengunjungi Pantai Indrayanti. Dan sama juga Pakdenya anak anak yang Dosen B. Jerman di UNY menyarankan hal yang sama, berkunjung ke Pantai Indrayanti, Sundak dan Krakal (kalo sempet sih...kan jaraknya lumayan jauh tuh dari kota Yogya). Oya..beliau juga ingin mengajak untuk mampir Gua Pindul (aneh ya kedengarannya …...nti ceritanya menyusul deh). Agenda lainnya,...untuk hari Jumat main ke Taman Pintar dan Sabtu ke Kaliurang atau ke Kebun Binatang dan sorenya terbang lagi ke Jakarta. Maklum namanya juga liburan bareng anak anak pasti tidak jauh jauh dengan wisata sejenis itu.
Kami berangkat dari Bogor jam 6 pagi, dapat Bus Damri yang berangkat jam 7 samapai di Bandara jam 8.40 sementara pesawat Air Asia yang akan membawa kami pada jam 11.05. Alhamdulillah perjalanan lancar walau ada delay sedikit tapi relatif tidak mengganggu, kami mendarat di kota Gudeg pukul 12.20. Anak anak sangat excited dalam perjalanan dan relatif tidak rewel... sebelum pesawat mengudara mereka komat kamit membaca doa naik kendaraan dan doa keluar rumah sambil tidak lupa heboh dan memaksa saya melafalkan kedua doa tersebut dengan agak keras padahal saya sudah membacanya dalam hati.... Sepertinya mereka teringat pesawat Sukhoi yang menabrak gunung Salak dan hancur berkeping keping tidak menyisakan satu orangpun yang selamat.
Sesampainya di Hotel bertemu ayah dan istirahat sejenak, saya dan anak anak sempat jalan jalan ke Malioboro Mall ….(jauh jauh dari Bogor kok masuknya ke Mall juga ya....). Coba kalau saya yang jalan jalan sendiri pasti mengukur sepanjang jalan Malioboro he he. Berhubung ngikutin buntut dua ini, masuklah ke Gramedia, masuklah ke J Co. Balik lagi ke Hotel istirahat hingga Magrib, eh malamnya jalan lagi ke Malioboro . Kali ini kita rombongan, rame rame bareng ayah, Mas OO (keponakan) dan Pakdenya anak anak (kakak saya no 4). Ini sebenernya yang sangat saya tunggu, jalan jalan di Malioboro dan menikmati sudut dan jengkalnya....sasaran kami malam itu adalah wedang ronde.. . Nemu penjual ronde berderet dengan penjual makanan yang lain serta delmannn. Langsung kita tembak sasaran dengan memesan wedang ronde.. dan nongkronglah kami dekat kuda.... he he. Nikmatnya......panas panas, seger sambil menikmati kehidupan kota Yogya yang tenang. (Coba kalo di Bogor, mana ada tempat seperti itu....yang ada cuma macet macet dan macet serta crowded dan crowded) . Sayangnya Farras kurang bisa menikmati suasana malam itu , mungkin karena lelah, mengantuk dan tentunya karena dia belum merasakan ikatan emosional apapun dengan Yogya. Sementara Faiq justru sangat menikmati dan ingin berlama lama menikmati Malioboro. Terpaksa ayah, saya dan Farras segera balik ke Melia, Pakde san, Mas OO dan Faiq masih menyambangi mi jogya...... slurppp.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar