Yogyakarta.......
selalu
saja menimbulkan kerinduan yang mendalam..
ikatan
batin yang ada dibersemayam di hati memunculkan rasa kangen yang
tiada habis, melebihi kota kelahiran ...
Rasanya
bukan hanya saya, tetapi ribuan yang lain juga merasakan hal yang
sama..
Yogya
bagai magnet yang senantiasa memaksa orang untuk datang kembali.
Kalaulah
tak ada kekuatan itu, tidak akan sampai terlahir lagu YOGYAKARTA
dari Katon KLA Project...
…..ada
setangkup haru dalam rindu
masih
seperti dulu.................
tiap
sudut menyapaku bersahabat....
(jadi
pengen balik lagee)
Awal
Juli, kami sekeluarga berkesempatan liburan ke Yogya, kebetulan ayah
sedang ada course di Hotel Melia Purosani sedangkan anak anak masih
libur sekolah. Klop lah. Disepakati saya dan anak anak menyusul ke
Yogya hari Rabu, sedangkan ayah sudah berangkat hari Minggu
sebelumnya. Pengennya sih libur juga seminggu bareng yang kursus tapi
pekerjaan kantor tidak memungkinkan ditinggalkan terlalu lama. Its
ok, 3 hari saja lumayanlah untuk mengobati kerinduan berkunjung ke
Yogya.
Hotel
Melia terletak tidak jauh dari pusat kota, dekat dengan jalan
Malioboro, Kraton Yogyakarta, Museum Kereta,Taman Pintar juga
Vrederburg maka untuk acara jalan jalan di pusat kota kami
rencanakan untuk sore/malam hari. Agenda yang liburan kali ini kami
akan menyasar ke wilayah Pantai. Kalau dulu yang beken dan banyak
dikunjungi adalah Parang tritis dan Krakal, Kukup, Baron, saat ini
ada satu Pantai 'baru' (emang baru ditemukan kali y) namanya Pantai
Indrayanti yang berada sederetan dengan pantai pantai lain seperti
Krakal, Sepanjang, Sundak dll. Kebetulan sopir Taksi yang mengantar
saya dan anak anak dari Bandara ke Hotel Melia juga menyarankan untuk
mengunjungi Pantai Indrayanti. Dan sama juga Pakdenya anak anak yang
Dosen B. Jerman di UNY menyarankan hal yang sama, berkunjung ke
Pantai Indrayanti, Sundak dan Krakal (kalo sempet sih...kan jaraknya
lumayan jauh tuh dari kota Yogya). Oya..beliau juga ingin mengajak
untuk mampir Gua Pindul (aneh ya kedengarannya …...nti ceritanya
menyusul deh). Agenda lainnya,...untuk hari Jumat main ke Taman
Pintar dan Sabtu ke Kaliurang atau ke Kebun Binatang dan sorenya
terbang lagi ke Jakarta. Maklum namanya juga liburan bareng anak anak
pasti tidak jauh jauh dengan wisata sejenis itu.
Kami
berangkat dari Bogor jam 6 pagi, dapat Bus Damri yang berangkat jam
7 samapai di Bandara jam 8.40 sementara pesawat Air Asia yang akan
membawa kami pada jam 11.05. Alhamdulillah perjalanan lancar walau
ada delay sedikit tapi relatif tidak mengganggu, kami mendarat di
kota Gudeg pukul 12.20. Anak anak sangat excited dalam perjalanan
dan relatif tidak rewel... sebelum pesawat mengudara mereka komat
kamit membaca doa naik kendaraan dan doa keluar rumah sambil tidak
lupa heboh dan memaksa saya melafalkan kedua doa tersebut dengan agak
keras padahal saya sudah membacanya dalam hati.... Sepertinya mereka
teringat pesawat Sukhoi yang menabrak gunung Salak dan hancur
berkeping keping tidak menyisakan satu orangpun yang selamat.
Sesampainya
di Hotel bertemu ayah dan istirahat sejenak, saya dan anak anak
sempat jalan jalan ke Malioboro Mall ….(jauh jauh dari Bogor kok
masuknya ke Mall juga ya....). Coba kalau saya yang jalan jalan
sendiri pasti mengukur sepanjang jalan Malioboro he he. Berhubung
ngikutin buntut dua ini, masuklah ke Gramedia, masuklah ke J Co.
Balik lagi ke Hotel istirahat hingga Magrib, eh malamnya jalan lagi
ke Malioboro . Kali ini kita rombongan, rame rame bareng ayah, Mas
OO (keponakan) dan Pakdenya anak anak (kakak saya no 4). Ini
sebenernya yang sangat saya tunggu, jalan jalan di Malioboro dan
menikmati sudut dan jengkalnya....sasaran kami malam itu adalah
wedang ronde.. . Nemu
penjual ronde berderet dengan penjual makanan yang lain serta
delmannn. Langsung kita tembak sasaran dengan memesan wedang ronde..
dan nongkronglah kami dekat kuda.... he he. Nikmatnya......panas
panas, seger sambil menikmati kehidupan kota Yogya yang tenang.
(Coba kalo di Bogor, mana ada tempat seperti itu....yang ada cuma
macet macet dan macet serta crowded dan crowded) . Sayangnya Farras
kurang bisa menikmati suasana malam itu , mungkin karena lelah,
mengantuk dan tentunya karena dia belum merasakan ikatan emosional
apapun dengan Yogya. Sementara Faiq justru sangat menikmati dan
ingin berlama lama menikmati Malioboro. Terpaksa ayah, saya dan
Farras segera balik ke Melia, Pakde san, Mas OO dan Faiq masih
menyambangi mi jogya...... slurppp.
(bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar