Senin, 27 September 2010

Menikmati Jogja

Hujan deras yang menyambut kedatangan kami membuat suasana syahdu, bahagia, rindu bercampur di dalam hati...lelah selama perjalanan seakan tiada terasa (he he tp buat ayah tetap aja pasti capek banget ya ...tenang aja nti ada yang mijit kok). Malam itu kami masuk Hotel saat masuk waktu Isya …............
resepsionist menyambut kedatangan kami dengan ramah ...setelah mendapat kunci kamar kami bergegas menuju kamar hotel...pengennya segera mandi supaya lebih segar ..dan berharap setelahnya bisa menikmati suasana malam di Jokja. Kamar kami no 616.....jendelanya mengarah ke seputar kampus UGM, masjid kampus, Lembah dan sekitarnya. Suasana malam yang temaram bertaburan cahaya lampu disertai rinai hujan sejenak membuat saya tertegun didepan jendela yang gordynnya masih terbuka. Terbawa lamunan ke suasana waktu masih belajar dulu....ah kenangan itu terasa indah sekarang...meski dulu tidaklah mudah saat menjalaninya..tpi biarlah semua kenangan manis itu menempati satu ruang di hati dan otak saya..
Selesai semua mandi dan sholat, anak anak beristirahat sambil nonton TV, sementara saya berusaha memijit ayah yang kelelahan menyetir selama perjalanan. Jam setengah sembilan tiba tiba pengen rasanya segera jalan jalan keluar Hotel , sayang rasanya sudah sampe Jogja kok tidak menyempatkan diri jalan jalan. Maka saya mengajak Faiq keluar jalan-jalan. Ayah sudah ga mungkin diajak jalan berhubung sudah terkapar di atas kasur... Cari wedang ronde yukk, kakak mau nggak ? Tanya saya memancing, “ Mau, mau bu... dimana kita beli?” kata Faiq antusias. “ Ya kita cari nak mungkin di dekat2 sini ada... yukk.” Kalau sudah begitu Farras pasti tidak mau ketinggalan, akhirnya kami bertiga keluar Hotel berusaha mencari wedang ronde. Dengan bermodal menanya Satpam di pintu masuk Hotel, kami naik beca menuju Bunderan UGM saat itu hujan masih rintik rintik. Baru beberapa menit becak melaju hujan semakin deras mengguyur...yahhh terpaksa kami bertiga terkurung dalam becak... Pak Beca menawarkan untuk tetap menikmati ronde dalam becaknya berhubung penjual ronde tidak menyediakan tenda. Padahal sudah pengen banget jalan jalan.....terpaksa batal deh. Usai menikmati rondepun kami meluncur balik lagi ke Hotel.
Hari berikutnya setelah malamnya beristirahat dengan cukup kami bersiap untuk jalan jalan denagn ditemani cuaca pagi yang tampak mendung. Tidak masalah ….......Jogja justru tampak sangat indah dengan mendung itu. Pagi pagi selepas subuh saya sudah mengamati kota Jogja dari kamar.....masih tampak titik titik air di jendela dan suasana pagi masih tampak sepi di luar sana. Alhamdulillah dengan sepinya Jogja saya berharap bisa lebih menikmatinya dari segala sudut
Tujuan pertama adalah ...mengunjungi lingkungan kampus tepatnya sekitar gedung Grha Sabha Pramana. Beruntung saat itu masih 4 hari sebelum lebaran mahasiswa sudah memasuki masa liburan dan para pelancong belum banyak yang datang......suasana yang tenang dan sepi kami dapatkan di sana. Setelah jalan jalan dan berfoto ria di GSP UGM kami terus menuju Gedung legendaris bagi mahasiswa UGM yaitu Gedung Pusat …!!!!!! suasana di gedung juga tenaang dan sepi mirip dengan masa lalu saat saya seirng menyempatkan waktu di beranda gedung ini untuk belajar menjelang ujian......sejenak kami menikmati lingkungan yang tenang tersebut sambil sesekali berfotoria dan tentunya mengenang aroma masa lalu yang menguat dalam memori.........
Kami melanjutkan perjalanan menyusuri kota Jogja.....melewati Kopma UGM, Mirota Kampus melaju menuju Malioboro dan berakhir di parkiran Benteng Vrederburg. Malioboro yang lewati saat itu masih sepi, jalanan juga sangat lancar, mungkin karena masih pagi dan masih dalam bulan puasa. Di parkiran benteng Vrederburg kami disambut dengan beberapa tukang beca yang disebutnya beca wisata untuk menuju lokasi lokasi menarik seperti Taman Pintar. Kraton Jogja, Museum Kereta, TamanSari, kampung batik, dagadu dll. Tawaran yang diberikan sungguh mencengangkan bagi kami.....untuk paket yang kami ajukan dengan rute... Taman Pintar, Musem kereta, Kraton Jogja, kampung batik dan toko kaus dagadu.....mereka cuma memberi harga Rp. 10.000 !!! dan dengan sungguh sungguh dalam bahasa Jawa yang halus mereka berjanji akan mengantar kami kembali dengan baik. Saya sempet suudzon.....yahhh di Bogor saja jarak dekat sudah 4 ribu, 5 ribu itupun sudah ditawar dan tanpa menunggu alias setelah diantar langsung ditinggal pergi... Tapi mereka meyakinkan kami akan pelayanan yang diberikan. Akhirnya kamipun sepakat menggunakan 2 beca masing masing 10 ribu untuk mengantarkan kami berkeliling sesuai paket yang kami tawarkan tadi. Sayang sungguh sayang keinginan untuk mengunjungi Taman Pintar terpaksa tertunda berhubung pada hari Senin tempat ini ditutup (mungkin untuk pemeliharaan), dengan muka kecewa anak anak menyetujui untuk melanjutkan perjalanan mengunjungi tempat berikutnya yaitu Museum Kereta milik Kraton Jogja. Setelah berkeliling, berfotoria sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu kami melanjutkan perjalanan menuju Kraton Jogja. Disini kami tidak sempat berkeliling sampai tuntas berhubung anak anak sudah capek dan ngantuk, bisa dimaklumi karena kemarin kami telah menempuh perjalanan jauh apalagi Faiq juga tetap menjalankan puasa. Ya wis,.....jalan jalan aja naik becak yukk...bujuk saya ke anak-anak karena mereka pengen segera kembali ke Hotel. Dalam hati saya agak kecewa juga...coba kalo saya jalan jalan sendiri atau berdua dengan suami pasti sudah keliling kemana mana......itulah salah satu resikonya punya anak dimana ada kebebasan yang sedikit berkurang dengan kehadiran mereka.
Berikutnya kami cuma jalan jalan berbecak ria melewati kampung batik disekitar kraton . Sempat mampir ke salah satu rumah batik melihat lihat koleksinya dan juga harga yang ditawarkan. Ternyata tidak murah seperti batik pekalongan, memang harus diakui bahan yang digunakan lebih bagus, halus, motifnya soft dan simpel tapi tampak elegan. Kalau untuk konsumsi turis apalagi turis dari luar negeri harga yang ditawarkan sangatlah terjangkau... Rumah rumah batik tersebut sebenarnya rumah keluarga biasa yang kemudian digunakan juga untuk show room koleksi batiknya..mungkin ini salah satu kiat untuk semakin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kraton, taman sari dan museum kereta , bisa dijangkau dengan becak wisata yang sopirnya ramah dan santun.
Kunjungan terakhir adalah ke rumah yang menjual kaus Dagadu. Ternyata ada banyak tempat/rumah yang menjual kaus dagadu (kalau dulu sih cuma di pabriknya dan di Malioboro Mall), kami percaya saja dengan tukang beca kami yang menghentikan becaknya di salah satu rumah. Dengan melihat lihat sebentar koleksinya kami memilih beberapa potong untuk kenang kenangan. Berhubung Farras semakin ngantuk perjalanan terpaksa harus diakhiri, bapak tukang becakpun mengantarkan kami ke tempat kami semula dengan selamat. Alhamdulillah. Sebenarnya masih ada keinginan untuk mengunjungi benteng Vrederburg, paling tidak berfoto foto sebentar........ehh ternyata musium ini juga tutup di hari Senin. Wah sayanggg deh..mau kemana lagi, kamipun memutuskan kembali ke Hotel. Dan tarif becaknya....????? karena ragu saya menanyakan tarif jasa yang mereka berikan....ternyata tetap tidak berubah alias 10 ribu saja tanpa ada ucapan keluhan ini dan itu !!!! Saya sungguh kagum dibuatnya...atas segala ketulusan mereka, keramahan dan kesantunan yang diberikan kepada kami....maka dengan sukarela saya memberikan lebih kepada kedua bapak tukang beca tersebut. Matur nuwun nggih . Pak.....
Setelah jalan jalan sepanjang pagi dan siang tersebut, tidak ada agenda khusus kami untuk mengunjungi lokasi lainnya. Kasihan anak anak sudah capek dan ngantuk.....apalagi sepanjang hari Jogja benar benar dikurung mendung, bahkan hujan sudah mulai turun menemani perjalanan kami kembali ke hotel.
Sore harinya kami tidak keluar dari kamar hotel selain Jogja masih diguyur gerimis saat berbuka nanti ada undangan makan dari temen ayah namanya Murdoko. Pak Murdoko ini yang mencarikan hotel untuk kami berlibur di Jogja. Besok paginya kami harus meninggalkan kota Jogya menuju Semarang dan Blora, dan rencananya akan mampir dulu mengunjungi Candi Borobudur (ini memenuhi keinginan Faiq yang belum pernah ke Borobudur)
Pagi harinya dengan berat hati, kami harus bersiap siap meninggalkan Jogja...Belum tahu apakah tahun depan saya bisa menginjakkan kaki kembali ke kota ini meski hanya untuk beberapa saat. Sengaja pagi pagi kami sudah bersiap meninggalkan hotel, karena tujuan kami masih cukup jauh, nggak enak rasanya kalau kemalaman sampai ke Blora. Sebelum jam 7 kami sudah meluncur menuju kota Magelang tepatnya menuju Candi Borobudur. Suasana pagi kota Jogja yang kami lewati sungguh tenang dan nyaman sangat jauh apabila dibandingkan dengan Bogor dan Jakarta yang riuh, hiruk pikuk dan 'kacau' dalam pandangan saya. Di Jogja selain tenang juga lingkungan tampak resik dan asri.....begitu damai tampaknya. Walaupun cuma 6 tahun di Jogja tapi kenangan masa masa 'perjuangan' dulu saat menimba ilmu sangat lekat di hati saya. Sedangkan saya tinggal di Bogor sudah sejak tahun 1996 (berharap dapat kedamaian dan ketenangan seperti Jogja) hingga saat ini tapi tak jua punya ikatan yang kuat dengan kota ini, apalagi makin lama makin semrawut saja.
Kota Magelang yang kami tuju juga menunjukkan ketenangan dan kedamaiannya. Apalagi di lingkungan menuju candi Borobudur, masih sangat kental nuansa pedesaannya. Akhirnya sampai jua di Candi Borobudur.....warisan nenek moyang ini masih megah dan gagah, sangat eksotik. Tak heran kalau pagi itu sudah tampak turis asing yang berdatangan. Mereka tampak serius mengikuti penjelasan dari sang pemandu, tampak jelas kekaguman dari raut muka mereka. Justru turis lokal seperti saya ini yang kurang peduli dan antusias ........... Tak lama kami di Borobudur walaupun sebenarnya saya pribadi betah berlama lama disana menikmati pemandangan paduan pegunungan, udara yang sejuk dan megahnya candi. Anak anak sudah lelah menaiki tangga tangga candi nahkan Faiq sudah nampak lemas (maklum masih puasa).
Akhirnya .......pukul 9.30 kami meninggalkan Borobudur.....menuju Blora.
Selamat tinggal Jogja,..
Selamat tinggal MAgelang dan Borobudur....
Insya Allah suatu saat kami akan berkunjung kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar