Senin, 26 April 2010

Memasak untuk Anak anak

Hari Sabtu dan Minggu tidak ada agenda khusus, kebetulan ayah pergi ke Semarang menghadiri acara Ngunduh Mantu di rumah mertua. Masih lanjutan acara beberapa minggu sebelumnya ketika kami sekeluarga menghadiri acara nikahnya Yogi – Novi. Yogi anak mertua yang paling bungsu (anak ke 6) sedangkan ayah anak ke 3. Jadi maklum saja kalo acara nikahnya bener bener rame dan meriah, buktinya sampai ada acara Ngunduh mantu segala. Kata ayah tamu yang datang dari pagi hingga malam hari terus mengalir tiada henti, ada saja saudara, tetangga, teman, kenalan keluarga yang datang. Acara hiburan??? full music....ada organ tunggal dan campursari sampe ayah pusing kepala katanya (he he ya iyalah....ndengerin music berdentum dentum dari pagi sampai malam apa tidak capek dan pusing??) .
Di rumah anak anak bahkan Teh Shela sedang kurang sehat, pada pilek dan batuk semua. Jadinya 2 hari kita tidak kemana mana. Enaknya bikin acara sendiri di rumah, ehm...jadi ingat di kulkas masih ada daging tenggiri aha mari kita bikin empek empek. Trus di Bibi sayur langganan bayam yang dijual daunnya gede dan bagus, langsung saya beli 2 ikat untuk dibuat rempeyek bayam.
Hari Sabtu itu anak anak saya buatin sayur sup jamur, dan di kulkas ada ayam yang tinggal goreng. Selanjutnya mengolah empek empek dan rempeyek bayam....Tahu ibunya mau bikin empek empek, Farras sudah tidak sabar ingin mencobanya. Wah sabar ya nak, kan perlu proses, belum apa apa kok udah pengin makan mepek empeknya. Alhamdulillah dengan berdoa dan sedikit kerepotan karena gangguan Farras, jadi juga empek empek saya... hmmm ada peningkatan dibanding sebelumnya yang keras dan alot . Sepanjang proses pembuatannya Farras duduk dengan manisnya di atas meja dapur, sambil heboh ingin melakukan apa saja seperti yang saya lakukan. Giliran sampai proses membentuk empek empek wahhh seneng banget Farras, jadilah bentuk aneka rupa dan ukuran dan buntutnya saya harus membentuk ulang sebelum memasukkannya ke air mendidih. Ehhh dia pengin juga memasukkan empek empek hasil bentukannya ke air mendidih walhasil saya teriak panik. Tapi dia tenang saja sambil manyun bibirnya. Gimana tidak panik, empek empek langsung dilemparnya ke dalam panci, pasti muncrat dong air mendidihnya. Akhirnya saya harus membujuk bujuknya supaya tidak langsung melempar ke panci. Begitu empek empek dari panci diangkat langsung saja Farras minta digorengin, 4 potong empek empek habis dimakannya. Memang anak bungsu saya hobi makan empek empek.
Selesai empek empek berikutnya rempeyek bayam,.......hmmmm kres kres yummy. Sebelum jam 12 siang urusan dapur selesai sudah.
Untuk minggu esoknya sudah ada agenda masak sup Thailand (Tom Yam). Kalo yang ini memenuh permintaan Faiq yang pengin dibuatin sup Thailand. Untung pagi pagi di Bibi sayur masih kebagian udang jadi rencana bikin sup Thailand bakalan lancar. Jam 7 pagi saya sudah siap siap di dapur mengolah sup Thai , gampang dan cepat kok bikinnya. Berhubung yang mengkonsumsi anak anak, saya tidak memberi rasa pedas pada kuahnya, cukup beberapa cabe rawit utuh yang saya masukkan. Hasilnya ….hmmm slurp segarrr rasanya. Begitu masaknya selesai Faiq langsung minta sarapan...lahapnya dia makan sampai licin tandas. Belum sampai waktu makan siang, Faiq sudah minta makan lagi, siang makan lagi, lalu sore dan malam....pokoknya total sehari itu Faiq makan 5 kali dan semuanya dengan sup tom yam. Termasuk ketika ayah dan saya makan malam, Faiq ikut makan juga. Sepanci sup tom yam tinggal tersisa satu mangkok saja. Dan Faiq sudah siap menyantapnya sebagai sarapan besok...(apa ga bosen kamu nak???).
Sementara itu Farras tetap setia dengan empek empek, seharian tidak mau makan nasi dan sayur Farras cuma makan bubur ayam dan bubur sumsum untuk sarapan, siang minta empek empek, sorenya minta pisang panggang dan malamnya empek empek lagi. Heh he lama lama saya bisa bikin cafe ya..........
Memasak untuk keluarga memang tiada duanya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar