Percayakah saudara-saudara bahwa iman kita kadang diatas dan seringkali ada di titik nadir? Saya sangat percaya hal itu karena memang sering mengalaminya. Ada masa dimana saya merasa kuat, mampu beribadah dengan baik, sangat percaya diri dan sungguh merasakan kebesaran Allah SWT. Tapi di banyak waktu justru saya merasa semuanya terjungkirbalik,....ibadah malas alias setengah hati, rapuh, merasa diri hina dan sia sia dan hal hal negatif lainnya. Mau menyalahkan syaitan, boleh juga karena dialah yang selalu menggoda manusia, tapi ingat bahwa memang sudah dari dahulu kala syaitan mengganggu umat manusia dengan berbagai macam jurus dan trik yang terkadang tidak kita sadari. Semua berpulang pada diri kita masing masing untuk bisa menangkalnya dengan berbagai macam cara tentunya. Pun tidak hanya pada diri saya, mungkin anda bisa menemukannya pada diri anda sendiri atau pada teman, sahabat, atau saudara anda.
Bagaimana saya mengatasnya kalau sedang 'down'? Saya coba sholat dengan khusyu', bukan hal mudah memang dan saya tidak yakin apakah ibadah yang saya lakukan masuk kategori khusyu. Minimal saya mencoba melafadzkan bacaan sholat dengan perlahan lahan kalau bisa dengan memaknai setiap bacaannya. Intinya saya berusaha untuk itu. Selain itu saya coba rutinkan puasa sunah Senin Kamis, bagi saya terbukti pada saat puasa sunah tersebut seperti ada dorongan untuk lebih banyak diam (tentunya bisa mengurangi ghibah), dorongan untuk beribadah yang lain semisal membaca Al Quran atau bacaan bacaan Islami lainnya. Hal lain yang saya suka lakukan juga mencoba berbuat baik untuk orang lain. Mungkin anda pernah mendengar atau membaca bahwa perbuatan baik yang kita lakukan kepada yang lain akah memberikan energi positif untuk kita, aura yang positif dan seperti memberikan suntikan semangat untuk hari yang kita lalui. Contoh kecilnya mungkin seperti ini, pada awal hari saya merasa bete, down atau apalah namanya...ehh kemudian saya kesel dan marah pada sopir angkot hanya gara gara saya terburu buru menuju stasiun karena takut terlambat ternyata malah sang sopir sengaja tidak belok ke stasiun. Kesel kan saya,....ngomel ngomel dong pastinya. Beberapa menit kemudian biasanya saya tersadar dan istigfar lalu saya mencoba mencari perbuatan baik apa yang bisa saya lakukan. Biasanya saya memberi sedekah pada pengemis di sekitar stasiun atau sekedar senyuman manis dan sapaan ramah pada tukang koran langganan . Pernah juga saya dengan sangat sukarela menyerahkan kursi saya kepada ibu hamil yang baru naik, dan saya rela duduk bersusah payah di lantai kereta padahal bapak bapak di sebelah dan diseberang saya tetap duduk dengan tenangnya. Bukan maksud saya menyombongkan diri atau ingin dipuji alasan utama memang merasa kasihan dengan ibu tersebut tapi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa hal yang tidak bisa kita tutup tutupi ketika kita bisa memberi untuk orang lain apakah itu sedekah sekedar senyum, sedikit uang, atau apa saja bukankah hati kita juga merasa senang? Artinya kita tidak hanya memberi hal yang positif untuk orang lain tapi juga untuk diri kita sendiri.
Demikian apa yang bisa saya sampaikan.....bagaimana dengan saudara-saudara yang lain?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar