Suatu sore sebaris kata kata dalam sms muncul di HP …....dari Miss Budi Kepala Sekolah dan guru Farras sewaktu sekolah di TK Happy Bee. Ahaai...informasi adanya Seminar di Bogor dengan pembicara Ibu Elly Risman dan tema yang diangkat adalah Membangun Generasi Mandiri. Boleh juga tuh.....sepertinya sangat menarik, jarang jarang kan bisa ikut seminarnya Bunda Elly ...Psikolog yng terkenal itu.
Sabtu pagi, dengan diantar suami meluncurlah saya ke Gedung SuryaKencana Sindang Barang Bogor untuk menghadiri acara tersebut. Sewaktu datang pukul 8 pagi itu...ruangan gedung masih kosong belum banyak terisi.' Wah kepagian ni' pikir saya...syukurlah saya bertemu dengan beberapa staf pengajar di Happy Bee sehingga tidak terlalu bete menunggu acara dimulai. Apalagi setelah hadirnya Miss Budi....alhamdulillah jadi lebih seru ngobrolnya Tapi bukan gosip looo, saya sharing tentang perkembangan Farras di SD Aliya, sikap sikapnya, dan kekurangan kelebihannya....alias jadi curhat dong saya he hehe..
Bunda Elly Risman sendiri mulai mengisi acara kira kira pukul 10.00, ...wah para peserta langsung antusias fokus mengikuti setiap aliran kata dari Bunda Elly. Bunda Elly membuka inti seminar dengan menanyakan umur anak saat masuk ke Sekolah Dasar. Rata rata peserta memasukkan anaknya pada usia 6 tahun (bahkan kurang, -ini sih pengalaman saya-) terlihat dari banyaknya mereka yang tunjuk jari, dibandingkan dengan mereka yang memasukkan anaknya ke SD pada usia 7 tahun. Dijelaskan pula gambaran mengenai otak manusia, nama dan fungsi fungsinya. Dan yang baru saya tahu ternyata otak manusia baru sempurna saling bersambungan pada usia anak 7 tahun!.
Kemudian ditanyakan pula berapa lama mereka berada di sekolah., berapa lama mereka Les/kursur ini itu. Dengan otak yang belum sempurna bersambungan (mhon maaf kalau salah menjelaskan) anak anak sudah mendapat beban yang cukup berat. Artinya waktu anak untuk bermain, bersosialisasi dengan orang tua dan orang orang sekitar semakin sempit, anak seperti tidak punya ruang untuk 'bernapas'. Alih alih bisa menunjukkan prestasi anak anak justru merasa stress dan sangat mungkin melampiaskannya dalam bentuk lain, berkelahi, tawuran, dekat dengan lawan jenis dll.
Disamping itu pola pengasuhan anak yang diterapkan sejak kecil (bayi) membuat anak anak menjadi kurang percaya diri, manja, banyak bergantung dan kurang mandiri. Hal ini mungkin kurang disadari oleh sebagian besar orang tua (termasuk saya mungkin), karena tidak ingin repot dan capek, anak menjadi tidak mandiri, tidak kreatif dan boleh dibilang seperti 'robot'. Belum lagi kurang interaksi dan komunikasi orang tua - anak yang menjadikan anak kurang cerdas secara emosional. Hal tersebut berbeda dengan pola pengasuhan di Barat dimana sejak menginjak usia 2 tahun anak anak sudah diajarkan untuk melakukan banyak hal sendiri sudah diajarkan berinteraksi dan berkomunikasi sehingga mereka memiliki empati dan kecerdasan emosional.
Menginjak remaja tentu permasalahannya jauh lebih kompleks. Saat memasuki usia remaja bagian dalam otak yang disebut (apa ya testosteron atau apa gitu...) atau yang berkenaan hormon seksual mulai berfungsi. Saat itu mereka mulai tertarik dengan lawan jenis, mulai memperhatikan penampilan, semakin tinggi egonya tidak mau disebut sebagai anak anak lagi. Inilah fase fase kritis dimana orang tua harus banyak berperan. Karena, salah dalam pendekatan kepada anak, kurang intensnya komunikasi dan tuntutan prestasi dari orang tua ke anak akan membuat mereka 'lari'. Itulah pangkal rusaknya pergaulan sehingga mereka terlibat dalam hal hal negatif : pornografi, tawuran, narkoba, kriminal dll
Bunda Elly lalu memberikan kiat kiat dan tips antara lain berdasarkan kisah pribadi bagaimana proses membentuk anak-remaja menjadi mandiri. Tentunya semua itu membetuhkan keterlibatan kedua orang tua dan si anak sendiri.
Singkat cerita, tidak rugi ikut seminarnya Bunda Elly. Menurut Bunda Elly masih banyak materi materi yang semestinya bisa diketahui dan dipahami orang tua, akan tetapi tidak dalam satu materi kali ini. Antara lain mengenai, Kiat Membentuk Kedisiplinan Anak dengan Kasih Sayang, Kiat Menangkal Bahaya Pornografi Anak , Mencegah bahaya Teknologi dll. Sayang,....saya tidak tahu kapan lagi bisa ikut seminar seperti ini di Bogor.... (ngarep.com). Seandainya tidak ada info dari Miss Budi tidak bakalan tahu juga saya ada seminar menarik dari Bunda Elly.
Jazakillah, terima kasih Bunda Elly atas semua yang telah disampaikan...sangat bermanfaat.
Thanks to Miss Budi for your info. I' mlooking forward your next info for other seminar....
Hallo mba salam kenal,, kebetulan sy lg cari TK dan SD di Bogor,, kira2 ap y mba,, kita tinggal di dekat Aliya,, gmn kurikulum Aliya mba per kelas @30anak ya? , kalo TK happy bee bagus mba? Pengantarnya english y? Lokasinya d mana mba?
BalasHapusAp mba tau skolah kreativa yg ad tk dan sd nya itu? Terimakasih y mba,, maaf klo kpanjangan,,