Selasa, 22 Februari 2011

Ala Chef Farras Quinn

Hari Kamis 17 Februari 2011 sekolah Farras mengadakan acara Costume Bazaar..costume Bazar ? Ada apa ya??? ternyata acaranya adalah para murid diminta menggunakan kostum yang sesuai dengan cita citanya. Boleh kostum polisi, pilot, olahragawan, atlet, guru, ustazdah, koki, engineer dll. Pastinya lucu dan menyenangkan.....sayang acara tersebut bukan di hari libur jadi kami tidak bisa turut menyaksikan Farras di acara tersebut.
Begitu kami terima surat dari Sekolah, Farras segera kami tanya pengen jadi apa dan pengen pake baju apa.... “ baju koki, ….kan aku pengen jadi koki”..katanya lucu. Matanya membulat berbinar binar, bibir lancip dan pasang muka cuek seperti biasanya . Lalu saya bilang “jadi Ustadzah aja Dek....tinggal pake baju muslim, nti ibu belikan yang baru... bisa untuk ke TPA.” “ Ga mau bu...pokoknya .aku mau jadi koki” katanya kekeuh. “jadi olahragawan aja tinggal pake baju olahraga trus bawa bola” kata ayah mencoba membujuk tapi gagal juga “GAK MAU...pokoknya aku mau jadi koki” ngotot banget Farras pengen jadi koki. Wah wah wah....saya jadi mikir dimana bisa mendapatkan baju serupa koki plus topi kokinya juga. Kalo cuma celemek kurang seru rasanya, topi koki tidak boleh ketinggalan. Memang Farras sangat menggemari acara masak memasak dan jalan jalan di TV (sedikit banyak krn pengaruh saya juga sih, daripada liat acara yang tidak jelas dan tidak bermanfaat malah cenderung berbahaya bagi anak anak lebih baik diarahkan ke acara yang lain) seperti ala Chef Farrah Quin, Koki Cilik, Asal Usul, acara kuliner Bu Sisca , Rinrin dll. Lucunya Farras suka menirukan gaya Farrah Quin setelah menyelesaikan masakannya seperti … This is it....kue Bola ala Chef Farrah Quin' . dengan B Inggris yang tidak jelas dan terbata bata. Digantilah Farrah Quin menjadi Farras Quin hehe . Jadi inget Farras bilang pengen punya toko kue dan toko boneka...
Sempet saya browsing di internet mencari2 baju koki untuk anak2....ada yang jual tapi harganya lumayan mahal (kan cuma dipakai sekali aja....kecuali Farras mau sering2 bantu di dapur he he...). Mikir mikir akhirnya saya nanya ke Teteh mungkin ada sisa sisa kain kursus yang bisa dijadikan celemek mini. Hehe.. Alhamdulillah masih ada sisa sisa kain cukup banyak dengan aneka motif plus kain putih yang cukup untuk dijadikan topi koki... Berhubung saya ga punya mesin jahit dan tidak pintar menjahit saya bawa kain tersebut ke penjahit di dekat rumah....dengan pesan hari Rabu harus sudah jadi karena kamis harus dipakai.
Taa ra...eng ing eng...rabu petang sepulang kantor celemek dan topi koki sudah jadi. Buru buru Farras menunjukkan baju koki barunya pada kami.....wahhh sungguh sangat lucu. Perasaan jadi mirip boneka ha ha ha... matanya berbinar binar, mulut tersenyum kecil, kepalanya mengangguk angguk kiri kanan hingga rambut ikalnya bergoyang goyang kesana kemari. Manis dan imut!!!
Sayangggg....cuti saya sudah minus, kalau masih ada cuti saya pasti ijin dari kantor ….ikut hadir ke sekolah Farras.

Ok dek....mau jadi koki atau jadi apapun ….jadilah 'yang terbaik' bisa memberikan manfaat tidak saja bagi diri sendiri dan keluarga tetapi juga bagi sesama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar