Mungkin saya termasuk seorang ibu yang agak agak paranoid.....Sebenarnya terlalu berlebihan untuk menyebutnya demikian …....wong saya sehat sehat saja kok.
Bagaimana tidak parno (paranoid) coba......disekeliling kita dan di sekitar kita dewasa ini dunia sudah semakin amburadul, rusak dan semrawut. Kondisi ekonomi,politik, dan sosial kita bangsa Indonesia tidak bisa dikatakan konsusif dan sehat. Berita berita di media cetak, televisi dan media online sangat jarang yang membuat kita senang, bangga dan optimis. Semuanya serba tidak jelas, dan memuakkan. Pokoknya kalo dijelaskan lagi panjang lebar entah berapa baris lagi yang harus dituliskan, tentu akan menghabiskan berlembar lembar kertas... CAPEKKKK.
Nah ...sebagai ibu terutama semenjak saya mempunyai anak pertama …......saya mulai agak agak parno. Gimana tidak …..dunia anak anak kita dikepung dengan segala hal yang tidak sehat, tidak kondusif dan berbahaya bagi anak kita. Lihatlah tayangan tayangan televisi........seberapa persen yang menayangkan kebutuhan anak anak??? sedikit sekali bukan. Saluran TV dari 1 sampai 16 (di rumah saya) boleh dibilang berisi hal hal yang kurang layak ditonton oleh anak anak. Entah,,, sinetron, panggung hiburan musik, reality show, dan apalagi entah namanya semuanya menjejalkan sampah bukan saja untuk kita tapi juga bagi kanak kanak........ Pakaian yang digunakan para pemain, selebriti dan orang orang terkenal yang tampil di TV seringkali tidak pantas, serba terbuka, seksi dan banyak menonjolkan aurat. Belum lagi tingkah laku saat tampil. Gerakan dan goyangannya....astaghfirullah,,,, naudzubilah mindzalik.
Karena itu ….sejak anak saya pertama mulai pintar ngomong dan mulai kritis, saya sebagai ibu jadi was was dan jadi parno dengan acara acara di TV, belum lagi lagu lagu yang populer muncul adalah lagu lagu dewasa. Sedangkan lagu lagu anak kebanyakan juga lagu jaman saya kecil dulu karangan Ibu Sud dan Pak Kasur yang kemudian dimodifikasi dan dirilis ulang. Pusingnya lagi kami orang tuanya harus meninggalkan anak dengan pembantu....tidak ada keluarga dan saudara yang lain. Cuma meninggalkan berdua dengan pembantu membuat saya agak agak stress. Siapa yang bisa menjamin anak saya tidak menonton acara acara sampah di TV?....sampai suatu hari saya kaget bukan kepalang ketika si kecil saya dengan suara yang masih belum sempurna menyanyikan lagu cucakrowo yang kondang pada masa itu........gubrakkk astaghfirullah ...sedih rasanya.
Penyakit parno tersebut masih tetap terbawa sampai sekarang dimana anak saya yang besar sudah hampir 11 tahun dan anak kedua saya hampir 5 tahun.......saya tidak suka dan tidak bergantung dengan TV.....mau ada sinetron A, B, panggung hiburan C, D selebriti X , Z saya tidak peduli dan saya tidak tahu. Maka tidak heran ketika beberapa teman ngobrol tentang acara X dan seleb C......saya sungguh tidak tahu. Paling saya hanya tahu nama ketika membaca berita koran atau internet itupun hanya sekilas dan saya tidak hapal orangnya.........Untuk anak anak saya berusaha tunjukkan bahwa acara acara tsb adalah sampah dan tidak berguna …....saya berusaha arahkan mereka untuk tidak menonton atau menonton acara tertentu yang sekiranya aman........seperti acara kuliner, si Bolang, Unyil, Koki cilik, Jejak petualang, Asal usul buah,beberapa acara wisata ke berbagai daerah, Anak Pemberani dan beberapa acara film kartun (sebenarnya tidak sepenuhnya aman, tapi yang ini susah sekali dilarang)
Hal hal lain yang bikin parno saat ini adalah HP dan internet.....sampai sekarang saya masih takut memberikan kebebasan anak saya untuk berinternet ria. Bukannya saya ingin anak saya gaptek tapi saya masih takut efeknya.......dan bagaimana pertanggungjawaban saya kelak di hadapanNya.. ????
Pokoknya semenjak menjadi ibu.......banyak ketakutan ketakutan dan kekhawatiran yang menimpa anak....sungguh. Apalagi ketika membaca berita berita kejadian dibanyak daerah mengenai penculikan, pembunuhan, pelecehan, perkosaan dsb dsb. Astaghfirullah ...ngeri...sungguh ngeri negara ini. Bukannya semakin baik tapi justru semakin rusak. ….serusak rusaknya. Moral seakan sudah tidak berharga sama sekali.......banyak kalangan yang meninggikan gaya hidup, kemewahan, prestise dan konsumerisme.........seakan tanpa hal tersebut manusia tidak akan dihargai.....semuanya memburu dunia dan dunia.....tidak sadar bahwa hidup hanya sesaat.......sementara mati adalah hal yang pasti.
Saya jadi sangat paham kenapa dulu ibu saya sampai tidak tidur juga gara gara menunggu saya yang belum pulang dari acara Pramuka sampai dini hari. Atau dengan muka agak cemas melepas kepergian saya sendirian ke suatu kota yang belum pernah saya kunjungi...........bukan hanya ibu tapi juga bapak saya. Beliau melarang saya kuliah di Jakarta atau Bogor karena jauh dari kota kami.....padahal sebenarnya saya enjoy enjoy saja. Akhirnya saya memilih kuliah dikota Gudeg yang 6 jam jaraknya dari kota kecil kami dan kebetulan pula kakak kakak saya kuliah di kota tersebut.
ketidaan ditrapkannya hukumIslam secara khafah menjadikan bangsa ini keterpurukan dalam berbagai masalah.
BalasHapus