Rabu, 31 Maret 2010

Sepetak Sawah

Ya...tinggal sepetak sawah itu yang masih bisa saya nikmati dalam perjalanan dari rumah ke Stasiun (Stasiun – rumah). Petak petak sawah yang lain perlahan lahan telah berganti menjadi hunian, pertokoan dan usaha lainnya. Sedih rasanya....sepanjang jalan Ciomas raya sekarang telah menjadi kawsan yang padat dengan bangunan, dan tinggal sepetak sawah itu yang masih bisa saya nikmati, seperti petang itu ketika saya menuju ke rumah selepas kerja seharian, sepetak sawah nan mungil tersebut sungguh indah dimata saya...petang yang mulai berganti malam, langit nan sendu seusai hujan mengguyur Bogor memberikan pemandangan yang indah ketika sepetak sawah itu tampak hijau dan tegar dengan latar belakang gunung Salak nan megah. Duh sampai kapan lukisan indah itu akan bertahan? Ditengah gempuran kapitalisme dimana pemilik modal tidak peduli kecuali keuntungan ekonomi semata........mungkin tidak lama lagi petak sawah itu akan menyusul seperti yang lain berubah menjadi ruko dan semacamnya. Pemilik sawah menghadapi dilema ketika diiming imingi dengan keuntungan yang besar saat melepas lahannya, apalagi seberapa untungkah dari hasil sawah yang cuma sepetak itu? Saat sekitarnya telah berubah menjadi aneka bangunan, bukankah akan berpengaruh terhadap produktivitasnya.?
Maka tinggallah saya berharap dalam hati semoga saya masih menikmati keindahan sepetak sawah itu lebih lama lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar